penjelmaan
kamu ada dalam rasa lebur dalam bahasa yang terhela terucap dalam harap dan penantian selalu menyusup terbawa oleh pagi ku memulai hari hingga saat malam ku tidur seperti mati kamu penjelmaan akan nanti nanti yang kerap terbawa mimpi karena terlalu sering namamu diulang hati aku jatuh dibodohi harapan mendamba hari terjadinya pertemuan untuk memahami belukar pikiran dan cita-cita yang kau pendam kamu penjelmaan akan nanti masa depan yang selalu ku tunggu terjadi hingga hari yang akan membawamu aku akan kosongkan bangku sampingku aku hadirkan semua terbaikku bila nanti menjadi hari ini dan kamu bukan lagi jelmaan namun adalah sebuah kenyataan.