mengamati cinta dari atas kasur besi
Aku lahir dari rahim seorang bidadari yang peluknya mirip hangat mentari dan ucap doanya tulus tiada pamrih aku hidup berlalu lebih dari masuk dua kali sepuluh tahun untuk pahamkan aku berawal dari kandungan seorang bidadari bidadari yang dulu kerap kali aku sakiti hatinya dan aku rusak harinya tiada ragu kini aku mengerti tiada hati yang tak kunjung usai cintai walau si anak kandung kadang abai dan menolak mengerti selain bidadari dengan aura matahari ku panggil mama dan berwujud dalam seorang seperti ia dan apabila akhirat mengadakan petisi aku akan minta agar dia jadi abadi aku inginkan diri ini menjadi bakti aku harap Tuhan siramkan karunia dan bahagia yang tiada bertepi adanya bagi ia dan pasangan hatinya di setiap jarum jam berdetik, dalam kehidupan mereka. few rough days back at the hospital. a message from my dad that bursted me into tears right away.